Literasi Keuangan

Literasi Keuangan Indonesia: Data SNLIK 2025 dan Kenapa Penting

Punya rekening bank itu satu hal; benar-benar memahami cara mengelola uang adalah hal lain. Survei nasional terbaru menunjukkan seberapa jauh kita sudah melangkah.

Celengan dan koin tabungan
Mengelola uang dimulai dari memahaminya, itulah inti literasi keuangan. Foto: Pexels.

Literasi vs inklusi: apa bedanya?

Dua istilah ini sering tertukar, padahal berbeda:

  • Inklusi keuangan = seberapa banyak orang memiliki akses dan menggunakan produk keuangan (punya rekening, menabung, memakai pembayaran digital).
  • Literasi keuangan = seberapa baik orang memahami produk tersebut, tahu risikonya, bunganya, dan cara memakainya dengan bijak.

Idealnya, keduanya berjalan seimbang. Punya akses tanpa pemahaman bisa berbahaya, misalnya terjebak pinjaman online ilegal atau investasi bodong.

Hasil SNLIK 2025

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis OJK bersama BPS:

66,46%Indeks literasi keuangan
80,51%Indeks inklusi keuangan
34provinsi disurvei

Angka ini meningkat dibanding survei sebelumnya, kabar baik. Namun ada catatan penting: inklusi (80,51%) jauh lebih tinggi daripada literasi (66,46%). Artinya, lebih banyak orang memakai produk keuangan daripada yang benar-benar memahaminya.

Kesenjangan kota dan desa

Survei juga menunjukkan kesenjangan wilayah. Di perkotaan, indeks literasi mencapai sekitar 70,89% dan inklusi 83,61%. Sementara di perdesaan, indeks literasi sekitar 59,60% dan inklusi 75,70%. Pekerjaan rumah kita masih banyak, terutama memperkuat pemahaman di daerah.

Kenapa literasi keuangan penting?

  • Membantu kita membedakan lembaga resmi dan ilegal, menghindari pinjol ilegal dan investasi bodong.
  • Membuat kita lebih bijak memilih produk: tabungan, deposito, asuransi, hingga investasi.
  • Mendorong kebiasaan baik: menabung, mencatat pengeluaran, dan merencanakan masa depan.

Langkah kecil: sebelum memakai produk keuangan apa pun, pastikan penyedianya terdaftar dan berizin OJK. Cek juga bagaimana uang kita dilindungi, misalnya lewat penjaminan LPS.

Penutup

Angka SNLIK 2025 menunjukkan arah yang positif, tetapi mengingatkan bahwa akses saja tidak cukup. Semakin kita memahami uang, semakin kita bisa mengambil keputusan yang melindungi dan menumbuhkan masa depan kita.

Sumber

  1. OJK & BPS, Siaran Pers Hasil SNLIK 2025. ojk.go.id
  2. OJK, Halaman SNLIK 2025. ojk.go.id/SNLIK
  3. GoodStats, “Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia Naik pada 2025.” data.goodstats.id
Riska Adinda Utami

Riska Adinda Utami

Menulis catatan ringan berbasis data resmi seputar perbankan, keuangan, dan ekonomi, Indonesia maupun dunia. · Terhubung di LinkedIn

👁 0 kali dibaca

Komentar

0 komentar

← Kembali ke beranda