QRIS dan Revolusi Pembayaran Digital Indonesia
Hanya dalam setengah tahun, lebih dari 66 juta orang memakai QRIS untuk 12,55 miliar transaksi. Bagaimana satu standar kode QR bisa mengubah cara sebuah negara membayar?
Apa itu QRIS?
QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar nasional kode QR untuk pembayaran yang diluncurkan oleh Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan berlaku efektif sejak 1 Januari 2020. Prinsipnya sederhana tapi kuat: satu kode QR untuk semua. Sebelum ada QRIS, setiap dompet digital punya kode QR-nya sendiri, sehingga pedagang harus memajang banyak kode. Dengan QRIS, satu kode saja bisa menerima pembayaran dari aplikasi bank dan dompet digital mana pun, GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, hingga mobile banking.
Angkanya berbicara
Pertumbuhan QRIS bukan sekadar wacana. Berdasarkan data Bank Indonesia pada semester I 2026:
Volume 12,55 miliar transaksi itu hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan jumlah merchant mencapai sekitar 45 juta, mayoritas adalah UMKM. Bank Indonesia bahkan menargetkan 70 juta pengguna, 47 juta merchant, dan 17 miliar transaksi hingga akhir 2026.
Kenapa tumbuh secepat ini?
Ada beberapa alasan QRIS begitu cepat diterima:
- Praktis dan murah bagi pedagang. Pedagang cukup mencetak satu kode QR, tidak perlu mesin EDC yang mahal. Ini membuka pintu pembayaran non-tunai untuk warung kecil sekalipun.
- Mendorong inklusi keuangan. Lewat QRIS, pelaku usaha mikro yang dulu hanya menerima tunai kini bisa masuk ke ekosistem keuangan digital.
- Satu standar, semua aplikasi. Nasabah tidak perlu peduli pembeli pakai aplikasi apa, semuanya bisa membayar ke kode yang sama.
QRIS kini melintasi batas negara
QRIS tidak berhenti di dalam negeri. Melalui kerja sama pembayaran lintas negara (cross-border), wisatawan asing kini bisa membayar dengan memindai QRIS di Indonesia. Hingga 2026, transaksi masuk (inbound) tercatat mencapai 17,8 juta transaksi dengan nilai sekitar Rp6,2 triliun. Penggunaannya didominasi wisatawan dari enam negara mitra: Singapura, Thailand, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Tahukah kamu? Karena QRIS memakai satu standar terbuka, Indonesia menjadi salah satu contoh integrasi pembayaran digital paling cepat di Asia Tenggara, sebuah infrastruktur yang dibangun dan diawasi langsung oleh bank sentral.
Pakai QRIS dengan aman
Kemudahan tetap perlu diiringi kehati-hatian. Beberapa tips sederhana:
- Periksa nama merchant yang muncul di aplikasi sebelum menekan “bayar”, pastikan sesuai dengan toko yang kamu kunjungi.
- Cek nominal dengan teliti sebelum konfirmasi.
- Waspadai stiker QR palsu yang ditempel menimpa kode asli. Jika ragu, minta pedagang menunjukkan kode resminya.
- Simpan bukti transaksi di aplikasi sebagai catatan.
Penutup
QRIS adalah contoh bagaimana kebijakan yang tepat bisa mengubah perilaku jutaan orang. Bagi dunia perbankan, ini bukan ancaman, melainkan peluang: bank yang mampu memadukan layanan digital dengan pelayanan manusia yang hangat akan tetap menjadi pusat kepercayaan nasabah, baik di layar ponsel maupun di meja teller.
Sumber
- Kontan, “QRIS Tembus 12,55 Miliar Transaksi pada Semester I 2026, Pengguna Capai 66 Juta.” keuangan.kontan.co.id
- Kementerian Komunikasi dan Digital, “Transaksi QRIS Melonjak, Revolusi Pembayaran Digital di Indonesia.” komdigi.go.id
- Media Indonesia, “Transaksi QRIS Antarnegara Tembus Rp6,2 Triliun hingga 2026.” mediaindonesia.com
- Bank Indonesia, Informasi QRIS. bi.go.id/QRIS
- Wikipedia, “QRIS.” en.wikipedia.org/wiki/QRIS

Komentar
0 komentar